Popular Post

Popular Posts

Jumat, 06 Oktober 2017

Rasanya linu dihati...
Berkali-kali berkomunikasi dengan Diri, hanya menimbulkan kegundahan yang semakin menjadi...
Api lilinku telah padam, karena hembusan angin lalu...
Sungguh memilukan dikalbu...
.
.
Tangan bergetar, mata terpejam sedang bibir digigit...
Menahan rasa ini,
Aduhai aku menanggung hukuman ini...
Sudikah kiranya Tuhan mengampuni pada Diri yang hina ini
.
.
Menunggu, hanya hanya itu bisa dilakukan...
Namun mengapa, yang ditunggu seolah menepis penantian ini...
Ia bahkan terasa lebih dingin dibanding hujan di malam ini...
Singkatnya jawaban yang diberi saat ku menghubungi...
.
.
Apakah aku bodoh, ataukah memang bodoh...
Terlalu payah, sungguh payah...
Apa alasanku menunggu...
Padahal ia telah memiliki cincin yang lain...
.
.
Rasanya sakit,
Aku hanya ingin memberikan ketulusan ini untuknya...
Tapi, aku tak tau jikalau aku malah menuntutnya...
Aku seolah memainkan peran antagonis, padahal bukan peran itu yang ku mau...
...
...
Pilu sekali... Bahkan rasanya menyesak di ulu hati, dan pikiran tak karuan
Sangat singkat cerita ini...
Kini berubah jadi awan mendung yang bergulung-gulung
Aku pun terjebak hujan ditepian jalan yang sepi dan sunyi...
.
.
Katakanlah bila kau tak mau aku tunggu...
Biar semangat juangku menantimu tak lagi menggebu...
Katakanlah kau enggan bersamaku
Biar aku tahu Diri tentang posisiku...
.
.
Namun hanya satu cintaku
Baik-baiklah kau disana...
Doa terbaik ku panjatkan untukmu...
Hingga suatu saat nanti, aku akan menyadari aku menyuguhkan ketulusan untukmu...
Walaupun kau tau, aku memang tak secemerlang masa lalumu...
.
.
Dan dari sini...
Aku akan berhenti membuka hati lagi...
Setelah hati gagal membawa Diri menuju surga illahi...
Tak ingin memulai  lagi, karena mungkin hal ini akan terulang kembali

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © RENI RETNA AYU - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -