Recent post
Archive for 2017
Pagi mendung, bersama jutaan butiran embun yang menguasai atmosfer sebuah desa terpencil nan jauh di Mato... Bukit-bukit mulai menikmati keteduhan hari tanpa sinar mentari... Ayam seolah enggan berkokok dan selimut kembali ditarik karena rasa dingin yang mengigit mulai menjalar dari ujung kaki sampai gigi...
"Hai Udin, bangun" teriak Ema memecah telingaku. Yah siapa yang tak kenal emak di rumah ini, sosok ratu yang suaranya paling menggelegar saat membangunkan masanya...
Bisa dibilang suara alarm hp akan mengalahkan nyaringnya suara emak.
"Bentar lagi Mak, dingin" ku tarik selimut sampai menutupi seluruh badan. Cuaca sedingin ini memang mantapnya melabuhkan badan di kasur nan hangat.
"Udiiiiiiiiinnnnn" teriakan emak kali ini benar-benar seperti gempa bumi yang nyaris merobohkan rumah reot ini. Bahkan tetangga, ayam, kambing, nyaris jantungan karena suara yang menukik bak bom atom di kota Hiroshima Jepang.
"Kamu ini, jam berapa sekarang..." Teriak Ema lagi
"Memangnya jam berapa Mak?"... Tanyaku malas
"Tuhhhhh" emak menunjukan jam Beker ku yang ternyata sudah menunjukan pukul 8 pagi...
"Mampuassss" aku lari kocar-kacir ke kamar mandi, aku lupa rupanya hari ini hari ada jadwal kuliah pagi. Sialnya dosen kali ini benar-benar tidak punya hati, siapapun yang terlambat matilah ia... Jangankan mengetuk pintu, lewat depan pintu pun bisa kena kutuknya.
Ku keluarkan motor Grandong ku yang keluaran tahun 2005. Maklum motor suprafit ini satu-satunya kendaraan paling setia yang bisa mengantarku kemana saja, walaupun kadang dia manja minta jajan tiba-tiba.
Motor melaju kencang dengan kecepatan 80 km/jam dan aku tiba di kelas sebelum dosen kumis baplang tak punya hati itu masuk (lamunan). Realitanya motorku boro-boro bisa lari, jalan pun dia seolah mau sekaratul maut. Akhirnya aku duduk dengan bengong dibawah pohon Jamblang. Ditambah rambutku yang kribo permanen dengan dipenuhi kutu membuatku terlihat lebih menyedihkan.
"Kenapa lu bro, ngelamun aja kaya orang banyak utang"...
Ini dia sahabat ku Samsul. Sahabat setia dalam segala hal. Namun banyak orang yang hilang persahabatan kami ibarat siburuk rupa dan pangeran impian. Sungguh ini label yang paling memuaskan...
Walaupun perbandingan kami jauh beda, justru disinilah nikmatnya persahabatan kami. Ya walaupun realitanya dia yang paling banyak nikmatnya ðŸ˜...
"Engga bro, Gue kesiangan masuk kelas. Mana yang masuk dosen kumis baplang lagi"..
"Santai bro, kalo Lo ga lulus tahun depan masih bisa ngulang ha-ha-ha"...
"Kampret Lo... Bisa jadi mahasiswa abadi gue disini"...
"Tenang bro, semua akan baik-baik saja" Samsul ngerangkul ku dengan tangannya yang putih. Sial, perbandingan kulit ku dengannya benar-benar kontras. Dia putih kaya gula pasir dan aku coklat kaya gula Jawa yang nyaris gosong.
*Bersambung
"Hai Udin, bangun" teriak Ema memecah telingaku. Yah siapa yang tak kenal emak di rumah ini, sosok ratu yang suaranya paling menggelegar saat membangunkan masanya...
Bisa dibilang suara alarm hp akan mengalahkan nyaringnya suara emak.
"Bentar lagi Mak, dingin" ku tarik selimut sampai menutupi seluruh badan. Cuaca sedingin ini memang mantapnya melabuhkan badan di kasur nan hangat.
"Udiiiiiiiiinnnnn" teriakan emak kali ini benar-benar seperti gempa bumi yang nyaris merobohkan rumah reot ini. Bahkan tetangga, ayam, kambing, nyaris jantungan karena suara yang menukik bak bom atom di kota Hiroshima Jepang.
"Kamu ini, jam berapa sekarang..." Teriak Ema lagi
"Memangnya jam berapa Mak?"... Tanyaku malas
"Tuhhhhh" emak menunjukan jam Beker ku yang ternyata sudah menunjukan pukul 8 pagi...
"Mampuassss" aku lari kocar-kacir ke kamar mandi, aku lupa rupanya hari ini hari ada jadwal kuliah pagi. Sialnya dosen kali ini benar-benar tidak punya hati, siapapun yang terlambat matilah ia... Jangankan mengetuk pintu, lewat depan pintu pun bisa kena kutuknya.
Ku keluarkan motor Grandong ku yang keluaran tahun 2005. Maklum motor suprafit ini satu-satunya kendaraan paling setia yang bisa mengantarku kemana saja, walaupun kadang dia manja minta jajan tiba-tiba.
Motor melaju kencang dengan kecepatan 80 km/jam dan aku tiba di kelas sebelum dosen kumis baplang tak punya hati itu masuk (lamunan). Realitanya motorku boro-boro bisa lari, jalan pun dia seolah mau sekaratul maut. Akhirnya aku duduk dengan bengong dibawah pohon Jamblang. Ditambah rambutku yang kribo permanen dengan dipenuhi kutu membuatku terlihat lebih menyedihkan.
"Kenapa lu bro, ngelamun aja kaya orang banyak utang"...
Ini dia sahabat ku Samsul. Sahabat setia dalam segala hal. Namun banyak orang yang hilang persahabatan kami ibarat siburuk rupa dan pangeran impian. Sungguh ini label yang paling memuaskan...
Walaupun perbandingan kami jauh beda, justru disinilah nikmatnya persahabatan kami. Ya walaupun realitanya dia yang paling banyak nikmatnya ðŸ˜...
"Engga bro, Gue kesiangan masuk kelas. Mana yang masuk dosen kumis baplang lagi"..
"Santai bro, kalo Lo ga lulus tahun depan masih bisa ngulang ha-ha-ha"...
"Kampret Lo... Bisa jadi mahasiswa abadi gue disini"...
"Tenang bro, semua akan baik-baik saja" Samsul ngerangkul ku dengan tangannya yang putih. Sial, perbandingan kulit ku dengannya benar-benar kontras. Dia putih kaya gula pasir dan aku coklat kaya gula Jawa yang nyaris gosong.
*Bersambung
Rasanya linu dihati...
Berkali-kali berkomunikasi dengan Diri, hanya menimbulkan kegundahan yang semakin menjadi...
Api lilinku telah padam, karena hembusan angin lalu...
Sungguh memilukan dikalbu...
.
.
Tangan bergetar, mata terpejam sedang bibir digigit...
Menahan rasa ini,
Aduhai aku menanggung hukuman ini...
Sudikah kiranya Tuhan mengampuni pada Diri yang hina ini
.
.
Menunggu, hanya hanya itu bisa dilakukan...
Namun mengapa, yang ditunggu seolah menepis penantian ini...
Ia bahkan terasa lebih dingin dibanding hujan di malam ini...
Singkatnya jawaban yang diberi saat ku menghubungi...
.
.
Apakah aku bodoh, ataukah memang bodoh...
Terlalu payah, sungguh payah...
Apa alasanku menunggu...
Padahal ia telah memiliki cincin yang lain...
.
.
Rasanya sakit,
Aku hanya ingin memberikan ketulusan ini untuknya...
Tapi, aku tak tau jikalau aku malah menuntutnya...
Aku seolah memainkan peran antagonis, padahal bukan peran itu yang ku mau...
...
...
Pilu sekali... Bahkan rasanya menyesak di ulu hati, dan pikiran tak karuan
Sangat singkat cerita ini...
Kini berubah jadi awan mendung yang bergulung-gulung
Aku pun terjebak hujan ditepian jalan yang sepi dan sunyi...
.
.
Katakanlah bila kau tak mau aku tunggu...
Biar semangat juangku menantimu tak lagi menggebu...
Katakanlah kau enggan bersamaku
Biar aku tahu Diri tentang posisiku...
.
.
Namun hanya satu cintaku
Baik-baiklah kau disana...
Doa terbaik ku panjatkan untukmu...
Hingga suatu saat nanti, aku akan menyadari aku menyuguhkan ketulusan untukmu...
Walaupun kau tau, aku memang tak secemerlang masa lalumu...
.
.
Dan dari sini...
Aku akan berhenti membuka hati lagi...
Setelah hati gagal membawa Diri menuju surga illahi...
Tak ingin memulai lagi, karena mungkin hal ini akan terulang kembali
Berkali-kali berkomunikasi dengan Diri, hanya menimbulkan kegundahan yang semakin menjadi...
Api lilinku telah padam, karena hembusan angin lalu...
Sungguh memilukan dikalbu...
.
.
Tangan bergetar, mata terpejam sedang bibir digigit...
Menahan rasa ini,
Aduhai aku menanggung hukuman ini...
Sudikah kiranya Tuhan mengampuni pada Diri yang hina ini
.
.
Menunggu, hanya hanya itu bisa dilakukan...
Namun mengapa, yang ditunggu seolah menepis penantian ini...
Ia bahkan terasa lebih dingin dibanding hujan di malam ini...
Singkatnya jawaban yang diberi saat ku menghubungi...
.
.
Apakah aku bodoh, ataukah memang bodoh...
Terlalu payah, sungguh payah...
Apa alasanku menunggu...
Padahal ia telah memiliki cincin yang lain...
.
.
Rasanya sakit,
Aku hanya ingin memberikan ketulusan ini untuknya...
Tapi, aku tak tau jikalau aku malah menuntutnya...
Aku seolah memainkan peran antagonis, padahal bukan peran itu yang ku mau...
...
...
Pilu sekali... Bahkan rasanya menyesak di ulu hati, dan pikiran tak karuan
Sangat singkat cerita ini...
Kini berubah jadi awan mendung yang bergulung-gulung
Aku pun terjebak hujan ditepian jalan yang sepi dan sunyi...
.
.
Katakanlah bila kau tak mau aku tunggu...
Biar semangat juangku menantimu tak lagi menggebu...
Katakanlah kau enggan bersamaku
Biar aku tahu Diri tentang posisiku...
.
.
Namun hanya satu cintaku
Baik-baiklah kau disana...
Doa terbaik ku panjatkan untukmu...
Hingga suatu saat nanti, aku akan menyadari aku menyuguhkan ketulusan untukmu...
Walaupun kau tau, aku memang tak secemerlang masa lalumu...
.
.
Dan dari sini...
Aku akan berhenti membuka hati lagi...
Setelah hati gagal membawa Diri menuju surga illahi...
Tak ingin memulai lagi, karena mungkin hal ini akan terulang kembali
Disini aku sepi...
Bersama bayang-bayang maha yang menghantui..
Takdirku telah di jalani,,, pada goresan tinta Tuhan ku di hendaki... Apalah daya ku ini, hanya bisa menikmati sesuatu yang belum pasti, sedang hati sangatlah ingin menguasai...
Pada rumput-rumput yang terus tumbuh subur, ku sampaikan rasa syukur kepada Robb yang maha luhur,,,, jangan biarkan hati ini menjadi kufur, sedang Diri tak mampu menahan siksa kubur...
Ku berpikir dan bertafakur,,, tentang Diri yang malah semakin ngelantur, langkah malah semakin ngawur...aduhai kenapa gerangan Diri ini ....
...
Langkah terjebak pada tinta merah yang semakin merekah... Bodohnya aku malah semakin menikmati dan pasrah... Sedang catatan-catatan tidak pernah absen dari pantauan dari setiap arah... butakah atau bodohkah.. sedang aku tau tentang ilmu yang barokah seperti apa...
...
Cukuplah kau pandangi senja dari kejauhan.. tak perlu di kejar atau hendak ingin memiliki...karena itu kebodohan yang konyol dan menyakiti Diri...
Mudik,,,, ya momentum dimana kita bisa pulang ke rumah bertemu dengan keluarga dan sodara.
Seperti hak nya aku yang merupakan salah satu tokoh yang merantau dari kampung halaman. Memang sekilas hal ini biasa saja. Namun amat berharga buatku.
Saat mudik, aku tidak suka kemana-mana, hanya diam dirumah tepatnya didalam kamar. Kalau nenek ku kata aku ini seolah pengantin jha yang hanya diam dikamar.
Pada kesempatan kali ini aku izin mudik karena sodaraku meninggal. Hasil pertimbangan waktu ku putuskan hari Minggu pulang. Kurang lebih 5 hari aku dikampung halaman.
Di saat gersangnya kota serang, kampung menjadi penawar segala kegalauan yang di rasakan.
Aku mulai menikmati kesendirian dan rasa sepi ini...
Bahkan rasanya enggan balik ke sana. Namun, tugas harus aku lanjutkan... Tak bisa aku berhenti sampai disini.
Lagi pula banyak hal yang harus aku lakukan...
Banyak pr yang harus aku selesaikan
Banyak mimpi yang harus aku wujudkan...
Mudah-mudahan umur ini sampai pada semua mimpi dan harapan yang telah tergores dalam hati yang paling dalam...
...
Sungguh, sangat bermanfaat sekali aku mudik kali ini, disaat hambanya hati dan lingkungannya Diri. Nasihat dan wejangan yang diberi memberi semangat baru dan Diri seolah lepas dari cengkraman tali kegalauan.
Alhamdulillah, sekarang semangat ini sudah mulai kembali pulih...
Aku harus semangat, tetap semangat...
Bahkan saat benar-benar rapuh, aku harus tetap semangat. Karena banyak yang ingin aku tetap semangat.
Memberi arti untuk orang yang tersayang...
Lelah, itu biasa... Semoga lelah ini menjadi lillah...
Dan hingga akhirnya Tuhan mengajakku pulang
Seperti hak nya aku yang merupakan salah satu tokoh yang merantau dari kampung halaman. Memang sekilas hal ini biasa saja. Namun amat berharga buatku.
Saat mudik, aku tidak suka kemana-mana, hanya diam dirumah tepatnya didalam kamar. Kalau nenek ku kata aku ini seolah pengantin jha yang hanya diam dikamar.
Pada kesempatan kali ini aku izin mudik karena sodaraku meninggal. Hasil pertimbangan waktu ku putuskan hari Minggu pulang. Kurang lebih 5 hari aku dikampung halaman.
Di saat gersangnya kota serang, kampung menjadi penawar segala kegalauan yang di rasakan.
Aku mulai menikmati kesendirian dan rasa sepi ini...
Bahkan rasanya enggan balik ke sana. Namun, tugas harus aku lanjutkan... Tak bisa aku berhenti sampai disini.
Lagi pula banyak hal yang harus aku lakukan...
Banyak pr yang harus aku selesaikan
Banyak mimpi yang harus aku wujudkan...
Mudah-mudahan umur ini sampai pada semua mimpi dan harapan yang telah tergores dalam hati yang paling dalam...
...
Sungguh, sangat bermanfaat sekali aku mudik kali ini, disaat hambanya hati dan lingkungannya Diri. Nasihat dan wejangan yang diberi memberi semangat baru dan Diri seolah lepas dari cengkraman tali kegalauan.
Alhamdulillah, sekarang semangat ini sudah mulai kembali pulih...
Aku harus semangat, tetap semangat...
Bahkan saat benar-benar rapuh, aku harus tetap semangat. Karena banyak yang ingin aku tetap semangat.
Memberi arti untuk orang yang tersayang...
Lelah, itu biasa... Semoga lelah ini menjadi lillah...
Dan hingga akhirnya Tuhan mengajakku pulang
Itulah hidup...kadang diatas kadang dibawah...
Ia laksana roda yang terus berputar, tak henti tak memandang siapapun yang dibawahnya...
Itulah hidup, kta akan tau siapa Diri kita saat diatas maupun dibawah
Itulah hidup, kita akan tahu sifat kita sebenarnya...
Saat kau diatas, mampukah menguasai nafsu dan hati
Ayunan gemerlap dunia yang mudah kau dapat bisa membutakan
Mudah atau sulitkah dalam mengeluarkan picisan
Tinggi atau rendah kah suara yang kau keluarkan
Saat kau dibawah, mampukah kau bersabar
Sempitnya langkah dan sesaknya kehidupan bisa membutakan jua
Masih bisakah kau mengeluarkan picisan
Masih bisakah kau bangun disaat nikmatnya tidur malam...
Inilah hidup
Ia akan terus hidup
Tanpa ada kita pun kehidupan akan terus berjalan
Inilah hidup, mengajarkan tentang kehidupan
Berbicara tentang ujian berbicara tentang kesabaran
Inilah hidup, mampukah kita lewati dalam kerendahan Diri pada Robbi
Yang kita tau ia senantiasa memantau kita setiap waktu
Inilah hidup, yang mengajarkan sebuah sikap yang harus kita ambil
Tekan semampunya nafsu, kunjung tinggi sifat tuhan dihati
Ia laksana roda yang terus berputar, tak henti tak memandang siapapun yang dibawahnya...
Itulah hidup, kta akan tau siapa Diri kita saat diatas maupun dibawah
Itulah hidup, kita akan tahu sifat kita sebenarnya...
Saat kau diatas, mampukah menguasai nafsu dan hati
Ayunan gemerlap dunia yang mudah kau dapat bisa membutakan
Mudah atau sulitkah dalam mengeluarkan picisan
Tinggi atau rendah kah suara yang kau keluarkan
Saat kau dibawah, mampukah kau bersabar
Sempitnya langkah dan sesaknya kehidupan bisa membutakan jua
Masih bisakah kau mengeluarkan picisan
Masih bisakah kau bangun disaat nikmatnya tidur malam...
Inilah hidup
Ia akan terus hidup
Tanpa ada kita pun kehidupan akan terus berjalan
Inilah hidup, mengajarkan tentang kehidupan
Berbicara tentang ujian berbicara tentang kesabaran
Inilah hidup, mampukah kita lewati dalam kerendahan Diri pada Robbi
Yang kita tau ia senantiasa memantau kita setiap waktu
Inilah hidup, yang mengajarkan sebuah sikap yang harus kita ambil
Tekan semampunya nafsu, kunjung tinggi sifat tuhan dihati
Disini, dalam keheningan dan suara merdu sang alam
Memberikan ketenangan pada jiwa yang gersang...
Hiruk pikuk kebisingan kota yang memberi kesan kegalauan
Terhapus sudah dalam hitungan jam...
Inilah tanahku...
Kelahiran bumi darahku...
Yang asri dan memberi arti
Yang tenang dan memberikan kenyamanan...
Aku yang penat oleh dunia yang pekat
Terasa kembali hidup saat kuhirup udara yang nikmat
Aku yang gersang oleh situasi yang kadang garang
Kembali senang saat ku bertemu dengan yang tersayang...
Inilah aku, yang sedikit dilempar jauh Tuhanku
Entah nasib apa yang kau tuju
Pada dahan-dahan dan ranting pohon aku mencengkram tanpa ragu
Hingga aku tau apa maksud tuhanku
itik merindukan sang induk
ia merindukan kehangatan yang dahulu pernah ia rasakan
belayan, kasih sayang dan perhatian yang diberikan
ia benar-benar merindukan
dimalam yang sunyi
terasa dirinya begitu hampa walau keramaian dibibir mata
hati terdalamnya terselimut awan kelabu
tanpa warna dan bunga yang bermekaran
ia merindukan sang induk
walau telah lama ia ditinggalkan
namun ia belum bisa mengobati luka ia dapatkan
hanya bertemulah obat yang ia butuhkan
mengapa aku mencintaimu...
mengapa aku terus menantimu
ya robb, mengapa ada perasaan ini
sungguh aku malu
ya robb, aku mohon padamu bantulah aku kembali ke jalan lurusmu. jalan yang kau beri petunjuk kepada orang-orang sebelum aku.. ya robb dia hanyalah sebuah kenangan yang mestinya tidak ku kenang. dia hanyalah kenangan yang seharusnya aku jadikan pembelajaran.
ya robb, terimakasih kau telah mempertemukanku dengan orang-orang hebat di dunia ini. terimaksih kau telah mempertemukan aku dengannya. kau utus dia untukku agar aku mengenalimu. aku mengenalnya tapi bukan untuk memilikinya. karena ia hanya milikmu bahkan diri ini pun bukan milikku, ini adalah milikmu ya robb.
ya robbana, sungguh malu diriku ini, terlalu lama ku terlena karena dosa yang ku perbuat. aku menginginkannya, ku katakan ia adalah kriteriaku.. namun aku lupa, bahwa aku belum tentu kriterianya. ya robb, maafkan aku yang terlalu sering memaksakan kehendakku padamu, keegoisanku malah menjerumuskanku.
sungguh aku sangat bodoh terlalu terfokus pada seseorang yang belum tentu memikirkanku. malahan aku melupakan orang yang selalu ada bahkan sering mendoakanku. maafkan kekotoran hati dan pikiranku ya Allah.
ya robbana, sesungguhnya cinta adlah karunia darimu. jangan kau biarkan hamba yang lemah ini terlena olehnya. bantulah aku lagar lebih mencintaimu. jagalah hatiku agar tidak terlena oleh cinta pada mahlukmu. sayangilah aku ya robb, bantulah aku untuk menjaga kekosongan hati ini. jangan kau biarkan aku merana karena cinta seperti zulaikha yang merana karena cintanya pada yusuf. biarkan cintaku hanya untukmu buakn untuk mahlukmu.
ya robb, ku serahkan semua jiwa dan raga ini kepdamu sebagai pemilik jiwa dan raga ini. aku hanya mengikuti jalan terbaikmu, aku hanya bisa bertawakal padamu. semoga aku bisa menjadi hambamu yang masuk kedalam surgamu. sisakanlah ruang ntukku di surgamu, jangan kau beri aku jatah tempat di nerakamu. karena aku takan mampu untuk melewati itu semua.
ampuni aku ya robb,,, ampuni aku...
mengapa kau mencintaiku
apa alasanmu..
karena rupaku,,,
karena hartaku...
atau karena keturunanku...
mengapa kau mencintaiku...
padahal diluarsana masih banyak wanita yang lebih baik dariku
wanita yang mungkin bisa mencintaimu
kenapa kau memilihku...
jika kau cinta karena rupaku, ingatlah aku tidak cantik
dan kecantikan itu akan memudar seiring berjalannya waktu
jika kau cinta karna hartaku, aku bukanlah orang kaya
aku hanya wanita biasa yang hidup apa adanya
jika kau cinta karena keturunanku, aku bukanlah dari keluarga terpandang
keluargaku bisa saja, sangat biasa
jika kau cinta karena agamaku, jujur aku belum begitu baik
aku hanya wanita yang penuh dosa
maafkan aku yang menutup hatiku...
bukan aku tak bisa menyukaimu...
namun aku malu pada diriku..
kau laki-laki yang baik, mungkin aku bukanlah yang terbaik untukmu
jangan paksakan aku untuk bersamamu
karena aku takut, kau takan bahagia denganku
maafkan aku,
maafkan aku
apa alasanmu..
karena rupaku,,,
karena hartaku...
atau karena keturunanku...
mengapa kau mencintaiku...
padahal diluarsana masih banyak wanita yang lebih baik dariku
wanita yang mungkin bisa mencintaimu
kenapa kau memilihku...
jika kau cinta karena rupaku, ingatlah aku tidak cantik
dan kecantikan itu akan memudar seiring berjalannya waktu
jika kau cinta karna hartaku, aku bukanlah orang kaya
aku hanya wanita biasa yang hidup apa adanya
jika kau cinta karena keturunanku, aku bukanlah dari keluarga terpandang
keluargaku bisa saja, sangat biasa
jika kau cinta karena agamaku, jujur aku belum begitu baik
aku hanya wanita yang penuh dosa
maafkan aku yang menutup hatiku...
bukan aku tak bisa menyukaimu...
namun aku malu pada diriku..
kau laki-laki yang baik, mungkin aku bukanlah yang terbaik untukmu
jangan paksakan aku untuk bersamamu
karena aku takut, kau takan bahagia denganku
maafkan aku,
maafkan aku
mungkin aku terlalu berharap, sehingga aku lupa untuk berhenti... sudah saatnya mata ini terbuka dengan pandangan yang lebih luas... biarlah kami menjadi teman, bukan lawan ataupun kesayangan... aku harus mulai menata ulang hatiku,, berhenti berharap dan kembali ke titik 0...
ya Allah, tolong bantu jaga hatiku...
cinta memang terasa indah, ia membuat kita marasakan dunia lebih berwarna dibanding sebelumnya...
namun apalah arti cinta, bila ia hanya memberkan duka dan air mata, itu bukan cinta...
duhai hati, sepertinya hati yang kau nanti mendamba hati yang lain..
lalu bagaimana kau berdamai dengan hatimu..
mampukah kau menerimanya dengan lapang dada, walaupun ku tau kau sangat mengharapkannya...
duhai hati, sepertinya kau kembali terluka, bisakah kau menyembuhkannya... seperti saat lukaluka sebelumnya, kau mampu mengatasinya... namun, mampukah yang satu ini kau mengibatinya...duhai hati, bersabarlah, bersabarlah, kamu pasti bisa... tidak perlu terlalu cepat untuk melupakannya, itu akan menyakitkanmu... berproseslah, nikmatilah setiap detiknya... titipkan kekosongan hatimu pada pemiliknya,,,duhai hati...jika suatu saat nanti kau merindukannya, mengadulah dan katakanlah bahwa kau merindukannya. biarlah angin yang menjadi wali untuk mengntarkan rasa rindumu... namun, alangkah baiknya jika tidak ada yang tau kalau kau sedang merindunya walaupun itu hanya angin...
aku tahu, kamu sedang bersedih wahai hati, karen kau tau dia mencintai hati yang lain... namun itu lah cinta, kita tak mampu menahan atau membohonginya... jangan pernah membenci cinta, karena cinta memang seperti itu hakikatnya... jika dia mencintainya, jangan kau benci pasangannya, karena ia tak tau apa yang terjadi... tersenyumlah... ikhlas dan sabar... semua akan baik-baik saja...
biarlah Allah yang menata hati ini... agar ad seseorang yang paling berhak untuk mengisi...
@rra_ayu
namun apalah arti cinta, bila ia hanya memberkan duka dan air mata, itu bukan cinta...
duhai hati, sepertinya hati yang kau nanti mendamba hati yang lain..
lalu bagaimana kau berdamai dengan hatimu..
mampukah kau menerimanya dengan lapang dada, walaupun ku tau kau sangat mengharapkannya...
duhai hati, sepertinya kau kembali terluka, bisakah kau menyembuhkannya... seperti saat lukaluka sebelumnya, kau mampu mengatasinya... namun, mampukah yang satu ini kau mengibatinya...duhai hati, bersabarlah, bersabarlah, kamu pasti bisa... tidak perlu terlalu cepat untuk melupakannya, itu akan menyakitkanmu... berproseslah, nikmatilah setiap detiknya... titipkan kekosongan hatimu pada pemiliknya,,,duhai hati...jika suatu saat nanti kau merindukannya, mengadulah dan katakanlah bahwa kau merindukannya. biarlah angin yang menjadi wali untuk mengntarkan rasa rindumu... namun, alangkah baiknya jika tidak ada yang tau kalau kau sedang merindunya walaupun itu hanya angin...
aku tahu, kamu sedang bersedih wahai hati, karen kau tau dia mencintai hati yang lain... namun itu lah cinta, kita tak mampu menahan atau membohonginya... jangan pernah membenci cinta, karena cinta memang seperti itu hakikatnya... jika dia mencintainya, jangan kau benci pasangannya, karena ia tak tau apa yang terjadi... tersenyumlah... ikhlas dan sabar... semua akan baik-baik saja...
biarlah Allah yang menata hati ini... agar ad seseorang yang paling berhak untuk mengisi...
@rra_ayu
saat ku berharap bisa bersamamu
laki-laki terbaik pilihanku
seseorang yang kuanggap sempurna
seseorang sesuai kriteria
dalam doaku ku memaksa
dipersatukan dengannya aku meminta
karena dia aku terlena
dengan pedenya aku berkata " dia kriteriaku"
namun aku lupa
pada cermin diri yang tak pernah berdusta
nafsu yang melupakanku pada diri
membuatku lupa, bahwa aku bukanlah yang sempurna untuknya
saatku mencari yang sempurna
aku lupa, bagaimana cara menyempurnakan diriku sendiri
saatku berpikir dia adalah kriteriaku
aku lupa, bagaimana cara menjadi pasangan sesuai kriterianya
hahaha,,, akupun tertawa kecil
mengapa aku terlalu egois
berharap pasangan yang sempurna
namun akupun tidak menjadi pasangan yang semurna untuknya
laki-laki terbaik pilihanku
seseorang yang kuanggap sempurna
seseorang sesuai kriteria
dalam doaku ku memaksa
dipersatukan dengannya aku meminta
karena dia aku terlena
dengan pedenya aku berkata " dia kriteriaku"
namun aku lupa
pada cermin diri yang tak pernah berdusta
nafsu yang melupakanku pada diri
membuatku lupa, bahwa aku bukanlah yang sempurna untuknya
saatku mencari yang sempurna
aku lupa, bagaimana cara menyempurnakan diriku sendiri
saatku berpikir dia adalah kriteriaku
aku lupa, bagaimana cara menjadi pasangan sesuai kriterianya
hahaha,,, akupun tertawa kecil
mengapa aku terlalu egois
berharap pasangan yang sempurna
namun akupun tidak menjadi pasangan yang semurna untuknya
malam ini, hatiku kelabu
ia merindu sesuatu yang tabu
hatinya sepi tak menentu
tak terlihat senyum di wajahnya yang lugu
hatiku sayu, hatiku layu
entah mengapa ia seperti itu
padahal aku berusaha untuk sersenyum walau aku tak mau
menutupi semua yang membuatku takmampu mengadu
dalam hatiku seperti ada ruang kosong
ia seolah merindukan sesuatu
ruang kosong yang lama tak tersentuh
entah apa ...
malam ini jariku kupaksa menuliskan rasaku
ia seolah membantu meringankan kepenatan dalam jiwaku
ya robb ku, ada apa gerangan pada diriku
rasanya pilu tak menentu
semoga aku tak terlalut lart dalam gundahku
karena aku harus tetap bangkit
harus tetap semangat
karena keluargaku menunggu ku membawa senyum manisku
ia merindu sesuatu yang tabu
hatinya sepi tak menentu
tak terlihat senyum di wajahnya yang lugu
hatiku sayu, hatiku layu
entah mengapa ia seperti itu
padahal aku berusaha untuk sersenyum walau aku tak mau
menutupi semua yang membuatku takmampu mengadu
dalam hatiku seperti ada ruang kosong
ia seolah merindukan sesuatu
ruang kosong yang lama tak tersentuh
entah apa ...
malam ini jariku kupaksa menuliskan rasaku
ia seolah membantu meringankan kepenatan dalam jiwaku
ya robb ku, ada apa gerangan pada diriku
rasanya pilu tak menentu
semoga aku tak terlalut lart dalam gundahku
karena aku harus tetap bangkit
harus tetap semangat
karena keluargaku menunggu ku membawa senyum manisku
Karena harapanku telah ku kubur dan anganku telah ku hapus
Pergilah...
Tak perlu menulis puisi puitis atau postingan kepergian
Pergilah...
Tak perlu menyuruhku menjauh lagi
Karena aku akan pergi seperti yang kau mau
Pergilah
Jika kau ingin pergi maka pergilah
Jika kau kembali maka kembailah
Tak perlu melukaiku dengan semua sikapmu
..
Aku tak akan memberatkanmu lagi...
Pergilah dengan tenang, karena semua yang kau tinggalkan akan baik2 saja...
Karena aku masih punya Allah !!!
Dialah yang kuat dan slalu menguatkan bahkan saat yang lain menjatuhkan...
Pergilah...
Tak perlu menulis puisi puitis atau postingan kepergian
Pergilah...
Tak perlu menyuruhku menjauh lagi
Karena aku akan pergi seperti yang kau mau
Pergilah
Jika kau ingin pergi maka pergilah
Jika kau kembali maka kembailah
Tak perlu melukaiku dengan semua sikapmu
..
Aku tak akan memberatkanmu lagi...
Pergilah dengan tenang, karena semua yang kau tinggalkan akan baik2 saja...
Karena aku masih punya Allah !!!
Dialah yang kuat dan slalu menguatkan bahkan saat yang lain menjatuhkan...
Kupandang langit senja
Bertabur kapas tak merata
Disana kumelihat goresan pena semesta
Berbicara tantang kisah anak manusia..
.
.
Ku pandang langit senja
Mengingat masa lalu penuh warna
Darinya cerita diukir bersama
Darinya ku mengerti arti di dunia
.
.
Namun, awan hitam bergulung gulung
Mengabarkan berita pahit...
Aku harus bagaimana pada cintaku...
.
.
Ku memandangmu
Umpama ku memandang langit senja ini...
Jauh... Sangat jauh....
Bertabur kapas tak merata
Disana kumelihat goresan pena semesta
Berbicara tantang kisah anak manusia..
.
.
Ku pandang langit senja
Mengingat masa lalu penuh warna
Darinya cerita diukir bersama
Darinya ku mengerti arti di dunia
.
.
Namun, awan hitam bergulung gulung
Mengabarkan berita pahit...
Aku harus bagaimana pada cintaku...
.
.
Ku memandangmu
Umpama ku memandang langit senja ini...
Jauh... Sangat jauh....
Ingin menjadi
(RRA)
.
parasku tak rupawan
Akupun bukan jutawan
Bahkan pengetahuanku pas-pasan
Namun impianku sangat menabjubkan
.
Mengenalmu adalah suatu kebahagiaan
Walau kita kadang tak sepaham
Bahkan sering ada pembulian (candaan*)
.
Bagimu,
Aku adalah deretan wanita yang jauh dari tipe idealmu
Bukan yang smart
Bukan pula yg shalehah
.
Namun,
Aku hanya memiliki setitik harapan
Darinya aku tetap bertahan
Walaupun lebih banyak kau acuhkan
Aku tetap peduli
.
Aku hanya ingin menjadi tanganmu
Menjadi kakimu,,,menjadi telingamu,,, menjadi sandaranmu...
.
Mungkin terlihat konyol...
Saat kerikil berharap disandingkan dengan permata
Namun, begitulah adanya...
.
.
Aku hanya ingin menjadi sesuatu dalam hidupmu
Walaupun itu tak penting bagimu
Aku ingin menjadi tempat sandaraanmu
Walaupun aku bukan tempat yang begitu baik
.
.karena ketulusan ini
Aku selalu berharap pada rabb ku
Semoga kita bisa bertemu di pelaminan nanti
Entah menjadi pasangan ataupun undangan
(RRA)
.
parasku tak rupawan
Akupun bukan jutawan
Bahkan pengetahuanku pas-pasan
Namun impianku sangat menabjubkan
.
Mengenalmu adalah suatu kebahagiaan
Walau kita kadang tak sepaham
Bahkan sering ada pembulian (candaan*)
.
Bagimu,
Aku adalah deretan wanita yang jauh dari tipe idealmu
Bukan yang smart
Bukan pula yg shalehah
.
Namun,
Aku hanya memiliki setitik harapan
Darinya aku tetap bertahan
Walaupun lebih banyak kau acuhkan
Aku tetap peduli
.
Aku hanya ingin menjadi tanganmu
Menjadi kakimu,,,menjadi telingamu,,, menjadi sandaranmu...
.
Mungkin terlihat konyol...
Saat kerikil berharap disandingkan dengan permata
Namun, begitulah adanya...
.
.
Aku hanya ingin menjadi sesuatu dalam hidupmu
Walaupun itu tak penting bagimu
Aku ingin menjadi tempat sandaraanmu
Walaupun aku bukan tempat yang begitu baik
.
.karena ketulusan ini
Aku selalu berharap pada rabb ku
Semoga kita bisa bertemu di pelaminan nanti
Entah menjadi pasangan ataupun undangan
Kini krikil sadar, bila dia memang bermimpi terlalu jauh
Kerikil tetaplah kerikil
Permata tetaplah permata
Krikil memang berharap bersanding dengan permata
Tapi permata tak berharap bersanding dengan kerikil
Kerikil sadar
Bila cinta tak harus bersama
Cukup melihat permata bahagia itu sudah cukup
Walau kerikil rapuh tapi harus tangguh
Krikil akan menunggu krikil yang lain untuk menjadi pendampingnya
Kerikil tetaplah kerikil
Permata tetaplah permata
Krikil memang berharap bersanding dengan permata
Tapi permata tak berharap bersanding dengan kerikil
Kerikil sadar
Bila cinta tak harus bersama
Cukup melihat permata bahagia itu sudah cukup
Walau kerikil rapuh tapi harus tangguh
Krikil akan menunggu krikil yang lain untuk menjadi pendampingnya
Bunga menunggu
Menunggu sesuatu yang tak perlu ditunggu
Lama-lama terbelenggu
Oleh situasi yang tak menentu
...
Bunga menanti
Penantian yang tak berarti
Biarkan diri terlarut sepi
Pada langit yang tak berseri
...
Bunga bunga bunga
Keindahanmu tidaklah lama
Jika menanti kumbang yang tak pasti
Kau akan layu dan mati
...
Bukankan banyak kumbang yang datang?
Namun kau menunggu kumbang yang tak perduli
Waktumu hanya sebentar bunga
Kumbangmu tak tertarik padamu
...
Memang, banyak kumbang yang mendekat
Tapi, hanya kumbang itu yang kunanti
Walaupun aku harus layu dan mati
Aku tak peduli
...
Bunga bunga bunga
Kau bodoh atau buta
Kumbangmu mungkin mati
Mati rasa terhadapmu
...
Walaupun rasa telah mati,
Tapi rasaku tidak mati
Ia hidup dalam hati
Walaupun kumbangku tidak peduli
...
Bunga, apa yang kau harapkan dari kumbangmu
Apakah ia perkasa dan bijaksana
Apakah ia rupawan dan dermawan
Apakah ia jutawan atau bangsawan
...
Kumbangku tidak perkasa namun bijaksana
Tidak rupawan namun dermawan
Ia bukan jutawan tapi ia adalah kawan
Ia kumbang yang sangat berarti
...
Aku tak memaksa ia melirikku
Aku hanya ingin melihatnya walau tak hinggap padaku
Aku tak memaksa memilikinya
Bahagianya adalah bahagiaku walaupun bahagianya tak bersamaku
Menunggu sesuatu yang tak perlu ditunggu
Lama-lama terbelenggu
Oleh situasi yang tak menentu
...
Bunga menanti
Penantian yang tak berarti
Biarkan diri terlarut sepi
Pada langit yang tak berseri
...
Bunga bunga bunga
Keindahanmu tidaklah lama
Jika menanti kumbang yang tak pasti
Kau akan layu dan mati
...
Bukankan banyak kumbang yang datang?
Namun kau menunggu kumbang yang tak perduli
Waktumu hanya sebentar bunga
Kumbangmu tak tertarik padamu
...
Memang, banyak kumbang yang mendekat
Tapi, hanya kumbang itu yang kunanti
Walaupun aku harus layu dan mati
Aku tak peduli
...
Bunga bunga bunga
Kau bodoh atau buta
Kumbangmu mungkin mati
Mati rasa terhadapmu
...
Walaupun rasa telah mati,
Tapi rasaku tidak mati
Ia hidup dalam hati
Walaupun kumbangku tidak peduli
...
Bunga, apa yang kau harapkan dari kumbangmu
Apakah ia perkasa dan bijaksana
Apakah ia rupawan dan dermawan
Apakah ia jutawan atau bangsawan
...
Kumbangku tidak perkasa namun bijaksana
Tidak rupawan namun dermawan
Ia bukan jutawan tapi ia adalah kawan
Ia kumbang yang sangat berarti
...
Aku tak memaksa ia melirikku
Aku hanya ingin melihatnya walau tak hinggap padaku
Aku tak memaksa memilikinya
Bahagianya adalah bahagiaku walaupun bahagianya tak bersamaku
Senyum menutup luka
Sering namun dinikmati
Sakit namun diulangi
Luka perpisahan....
...
Saat perpisahan terjadi
Ada harapan bertemu kembali
Air mata di perpisahan
Senyuman dipertemuan
...
Namun entah mengapa
Perpisahan kali ini terasa sangat memilukan
Menggores2 hati terdalam
Seolah memecah semua kenangan
...
Ada apa gerangan
Mengapa daku rapuh kemudian
Dulu mataku slalu kering
Namun kini sering kebasahan
Sering namun dinikmati
Sakit namun diulangi
Luka perpisahan....
...
Saat perpisahan terjadi
Ada harapan bertemu kembali
Air mata di perpisahan
Senyuman dipertemuan
...
Namun entah mengapa
Perpisahan kali ini terasa sangat memilukan
Menggores2 hati terdalam
Seolah memecah semua kenangan
...
Ada apa gerangan
Mengapa daku rapuh kemudian
Dulu mataku slalu kering
Namun kini sering kebasahan
Senyum menutup luka
Sering namun dinikmati
Sakit namun diulangi
Luka perpisahan....
...
Saat perpisahan terjadi
Ada harapan bertemu kembali
Air mata di perpisahan
Senyuman dipertemuan
...
Namun entah mengapa
Perpisahan kali ini terasa sangat memilukan
Menggores2 hati terdalam
Seolah memecah semua kenangan
...
Ada apa gerangan
Mengapa daku rapuh kemudian
Dulu mataku slalu kering
Namun kini sering kebasahan
Sering namun dinikmati
Sakit namun diulangi
Luka perpisahan....
...
Saat perpisahan terjadi
Ada harapan bertemu kembali
Air mata di perpisahan
Senyuman dipertemuan
...
Namun entah mengapa
Perpisahan kali ini terasa sangat memilukan
Menggores2 hati terdalam
Seolah memecah semua kenangan
...
Ada apa gerangan
Mengapa daku rapuh kemudian
Dulu mataku slalu kering
Namun kini sering kebasahan
Mengpa bersedih karena cinta yang tak kunjung kau dapatkan
Padahal cinta yang tulus murni menantimu
Dialah pemilikk cinta diatas cinta
Darinyalah segala sumber cinta
...
Namun mengapa kau mengejar cinta yang semu
Sedangkan cinta yang nyata kau tinggalkan
Bukankan dia sangat pencemburu
Hingga kau lupa tentang itu.
...
Kejarlah cintanya
Cinta penuh berkah dan indah
Darinya kau mengerti arti cinta sesungguhnya
Bukan sekedar nafsu yang terus menggoda
...
Cinta yang takan pernah membuatmu sedih
Cinta yang memberi kenikmatan rasa
Cinta yang yang tiada dua
Cinta robbmu yang paling menggoda
...
Sabarlah hati
Penantianmu pasti berakhir
Tunggulah waktu terbaikmu
Ia akan datang bersama semua mimpi indahmu
Padahal cinta yang tulus murni menantimu
Dialah pemilikk cinta diatas cinta
Darinyalah segala sumber cinta
...
Namun mengapa kau mengejar cinta yang semu
Sedangkan cinta yang nyata kau tinggalkan
Bukankan dia sangat pencemburu
Hingga kau lupa tentang itu.
...
Kejarlah cintanya
Cinta penuh berkah dan indah
Darinya kau mengerti arti cinta sesungguhnya
Bukan sekedar nafsu yang terus menggoda
...
Cinta yang takan pernah membuatmu sedih
Cinta yang memberi kenikmatan rasa
Cinta yang yang tiada dua
Cinta robbmu yang paling menggoda
...
Sabarlah hati
Penantianmu pasti berakhir
Tunggulah waktu terbaikmu
Ia akan datang bersama semua mimpi indahmu
Malam ini langit bocor lagi
Udara kembali beku
Kipas angin masih berputar
Selimut terasa sangat tipis
...
Angin membawa pesan dari langit
Hujan mengiringi angin
Atau mungkin angin mengiringi hujan
Mereka sama-sama didalam kegelapan
...
Gemercik hujan berirama
Memukul rindu yang tak bertuan
Lalu angin bergemuruh
Membanting daun-daun yang kebasahan
...
Lalu
Langitpun terdiam
Udara kembali beku
Kipas angin masih berputar
Selimut terasa sangat tipis
...
Angin membawa pesan dari langit
Hujan mengiringi angin
Atau mungkin angin mengiringi hujan
Mereka sama-sama didalam kegelapan
...
Gemercik hujan berirama
Memukul rindu yang tak bertuan
Lalu angin bergemuruh
Membanting daun-daun yang kebasahan
...
Lalu
Langitpun terdiam
jangan memaksa pergi jika sebenarnya tak ingin ditinggalkan...
jangan bilang saya harus pergi, bila sebenarnya masih ingin bersama
jangan menahan tangis sendiri, karena bahuku masih kuat untuk menjadi sandaran dan curajan kelu kesahmu
jangan pernah menyuruh pergi pada orang yang ingin selalu bersama, karena betapa sedihnya ia ketika harus mencerna kalimat itu...
jangan pernah bilang cari yang lain, karena saat kau berkata demikian aku semakin bertahan
jangan berkata aku akan menyakiti bila kau bersamaku, karena aku ingin kita bersama dalam suka dan duka
jangan pernah bilang aku tak ingin ada yang merasa kehilangan saat aku harus kembali, karena kapanpun kita kembali tidak ada yang tahu, yang jelas kita nikmati waktu bersama saat ini.
jangan pernah merasa sendiri, karena masih ada aku dan sahabat yang lain yang menemani dan setia disisi
jangan pernah berbohong tentang diri, karena aku sudah tau tau kebenarannya
jangan pernah menanggung sendiri karunia yang allah beri itu, karena dengan menjadi telinga untukmu semoga bisa mengurangi bebanmu
.
.
ingatlah sahabat, aku bukanlah orang hebat, namun aku merasa hebat karena memiliki sahabat seperti kalian
jangan bilang saya harus pergi, bila sebenarnya masih ingin bersama
jangan menahan tangis sendiri, karena bahuku masih kuat untuk menjadi sandaran dan curajan kelu kesahmu
jangan pernah menyuruh pergi pada orang yang ingin selalu bersama, karena betapa sedihnya ia ketika harus mencerna kalimat itu...
jangan pernah bilang cari yang lain, karena saat kau berkata demikian aku semakin bertahan
jangan berkata aku akan menyakiti bila kau bersamaku, karena aku ingin kita bersama dalam suka dan duka
jangan pernah bilang aku tak ingin ada yang merasa kehilangan saat aku harus kembali, karena kapanpun kita kembali tidak ada yang tahu, yang jelas kita nikmati waktu bersama saat ini.
jangan pernah merasa sendiri, karena masih ada aku dan sahabat yang lain yang menemani dan setia disisi
jangan pernah berbohong tentang diri, karena aku sudah tau tau kebenarannya
jangan pernah menanggung sendiri karunia yang allah beri itu, karena dengan menjadi telinga untukmu semoga bisa mengurangi bebanmu
.
.
ingatlah sahabat, aku bukanlah orang hebat, namun aku merasa hebat karena memiliki sahabat seperti kalian
bunga...
dia takut pada kumbang yang merusak...
dia takut layu...
dia tak tau apa yang akan terjadi
dia tak tau kumbang mana lagi yang akan mengganggu bahkan merusak
dia butuh duri dan pagar
agar dia bisa melindungi dirinya dari gangguan luar
dia takut pada kumbang yang merusak...
dia takut layu...
dia tak tau apa yang akan terjadi
dia tak tau kumbang mana lagi yang akan mengganggu bahkan merusak
dia butuh duri dan pagar
agar dia bisa melindungi dirinya dari gangguan luar
bukan keinginan dia menjadi bunga yang indah
jika menjadi bunga banyak yang ingin memetik, merusak dan layu
dia lebih senang menjadi rumput yang hijau
masa depan yang misteri
masa lalu yang kelabu
dia hanya punya hari ini
berusaha untuk menjadi lebih berarti
allah sang pencipta bunga
dia adlah salah satu bunga dari bunga-bunga indah lainnya
dia hanya ingin yang terbaik untuknya
jika hidup bunga lebih lama namun diambang kerusakan
lebih baik bunga layu lebih cepat, agar bunga tidak banyak memberi beban
jika menjadi bunga banyak yang ingin memetik, merusak dan layu
dia lebih senang menjadi rumput yang hijau
masa depan yang misteri
masa lalu yang kelabu
dia hanya punya hari ini
berusaha untuk menjadi lebih berarti
allah sang pencipta bunga
dia adlah salah satu bunga dari bunga-bunga indah lainnya
dia hanya ingin yang terbaik untuknya
jika hidup bunga lebih lama namun diambang kerusakan
lebih baik bunga layu lebih cepat, agar bunga tidak banyak memberi beban
ya Allah
aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
aku hanyalah setetes embun di lautanMu yang meluap hingga ke seluuruh samudra
aku hanya sepotong rumput di padangMu yang memenuhi bumi
aku hanyalah sebutir kerikil di gunungMu yang menjulang menyapa langit
aku hanya seenggok bintang kecil yang redup di samudra langitMu yang tanpa batas
ya robb
baktiku tiada arti
ibadahku haya sepercik air
betapa sadar diri begitu hina dihadapanmu
jangan jadikan hamba hina di hadapan mahlukmu
.
.
diri yang tanganny banyak maksiat ini
mulut yang banyak maksiat ini
mata yang banyak maksiat ini
hati yang telah terkotori oleh noda ini.
.
memiliki keinginan setinggi langit..
.
.mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia?
.
.mungkin tanpa kusadari, aku telah melanggar aturanmu
.
.bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah yang telah Engkau percayakan kepadaku
.
.
siangku tak selalu dalam iman yang teguh
malamku tak senantiada dibasahi airmata taubat
pagiku tak selalu terhias oleh dzikirmu
.
.begitulah silemah ini dalam upaya yang singkat
janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa padaMu
atau...... dalam maksiat padamu
"ya Allah tutuplah untukku dengan sebaik-baiknya penutupan"
#berbagisemangat
aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
aku hanyalah setetes embun di lautanMu yang meluap hingga ke seluuruh samudra
aku hanya sepotong rumput di padangMu yang memenuhi bumi
aku hanyalah sebutir kerikil di gunungMu yang menjulang menyapa langit
aku hanya seenggok bintang kecil yang redup di samudra langitMu yang tanpa batas
ya robb
baktiku tiada arti
ibadahku haya sepercik air
betapa sadar diri begitu hina dihadapanmu
jangan jadikan hamba hina di hadapan mahlukmu
.
.
diri yang tanganny banyak maksiat ini
mulut yang banyak maksiat ini
mata yang banyak maksiat ini
hati yang telah terkotori oleh noda ini.
.
memiliki keinginan setinggi langit..
.
.mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia?
.
.mungkin tanpa kusadari, aku telah melanggar aturanmu
.
.bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah yang telah Engkau percayakan kepadaku
.
.
siangku tak selalu dalam iman yang teguh
malamku tak senantiada dibasahi airmata taubat
pagiku tak selalu terhias oleh dzikirmu
.
.begitulah silemah ini dalam upaya yang singkat
janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa padaMu
atau...... dalam maksiat padamu
"ya Allah tutuplah untukku dengan sebaik-baiknya penutupan"
#berbagisemangat
senja tlah berlalu...
aku masih terdiam dalam kenangan masa lalu
masa yang indah, namun kini terasa kelabu
entah berapa lama lagi aku harus menunggu
pada goresan pena ku mengadu
pada sujudnya aku tersimpu
pada sepinya waktu aku bertemu robb ku
mengadu mengadu dalam syahdu
dia ingin aku pergi
walau hati mengingkari
dia ingin aku melihat dunia lebih luas
padahal bersamanya dunia ini ingin ku arungi bersama
duhai waktu, dirimu tak pernah menolehku
kau berputar tanpa henti
memaksaku berlari dalam pilu
menatap hari dalam rindu.
hai waktu
kau biarkan aku tak saling sapa
padahal dunia memudahkanku
keegoisanku atau keegoisannya menjadi kaku
sejenak ku berdiam
haruskah ku berhenti melangkah
haruskah ku melangkah ke arah berbeda
karena langkahku semain jauh dariku
berilah jawaban, bukan diam
berilah kata atau kalimat, bukan sandi yang rumit
berilah ekspresi, bukan menghindar
aku bukanlah dirimu yang mengerti maksudmu
mulutku berkata ya
hatiku berkata tidak.
mulutku berkata ya aku akan pergi
hatiku berkata aku tidak akan pergi
aku masih terdiam dalam kenangan masa lalu
masa yang indah, namun kini terasa kelabu
entah berapa lama lagi aku harus menunggu
pada goresan pena ku mengadu
pada sujudnya aku tersimpu
pada sepinya waktu aku bertemu robb ku
mengadu mengadu dalam syahdu
dia ingin aku pergi
walau hati mengingkari
dia ingin aku melihat dunia lebih luas
padahal bersamanya dunia ini ingin ku arungi bersama
duhai waktu, dirimu tak pernah menolehku
kau berputar tanpa henti
memaksaku berlari dalam pilu
menatap hari dalam rindu.
hai waktu
kau biarkan aku tak saling sapa
padahal dunia memudahkanku
keegoisanku atau keegoisannya menjadi kaku
sejenak ku berdiam
haruskah ku berhenti melangkah
haruskah ku melangkah ke arah berbeda
karena langkahku semain jauh dariku
berilah jawaban, bukan diam
berilah kata atau kalimat, bukan sandi yang rumit
berilah ekspresi, bukan menghindar
aku bukanlah dirimu yang mengerti maksudmu
mulutku berkata ya
hatiku berkata tidak.
mulutku berkata ya aku akan pergi
hatiku berkata aku tidak akan pergi
Memandangmu aku tak mampu
Melihatmu aku malu
Menyapamu aku tak mau
Mendoakanmu insya allah selalu
.
.
Bagaimana aku bisa santai bersamamu
Sedang jantungku brontak tak menentu
Rasa risau becampur malu mengikatku
Dalam diam aku terpaku
.
.
Duhai waktu mengapa kau mempertemukanku
Kini ku tak mampu berbuat sesuatu
Duhai waktu dalam diamku aku tahu
Dia manjauh dalam genggaman anganku
Melihatmu aku malu
Menyapamu aku tak mau
Mendoakanmu insya allah selalu
.
.
Bagaimana aku bisa santai bersamamu
Sedang jantungku brontak tak menentu
Rasa risau becampur malu mengikatku
Dalam diam aku terpaku
.
.
Duhai waktu mengapa kau mempertemukanku
Kini ku tak mampu berbuat sesuatu
Duhai waktu dalam diamku aku tahu
Dia manjauh dalam genggaman anganku
Pagi menyapaku dengan kicaunya, embunnya, dinginnya, segarnya...
Siang menyapaku dengan panasnya, ramainya, debunya, keringatnya
Malam menyapaku dengan lelahnya, gelapnya, sunyinya...
Dia menyapaku dengan salamnya, senyumnya...
.
.
Untuk menyapa nya lidahku terasa keluh
Pandanganku berpaling darimu
Namun, hati tertuju padamu
Hingga pikiranku tak menentu
.
.
Ku tak perlu berkata
Indramu sudah tau kalimatku
Diammu penuh dengan tanda tanya
Senyummu mencerahkan suasana
Siang menyapaku dengan panasnya, ramainya, debunya, keringatnya
Malam menyapaku dengan lelahnya, gelapnya, sunyinya...
Dia menyapaku dengan salamnya, senyumnya...
.
.
Untuk menyapa nya lidahku terasa keluh
Pandanganku berpaling darimu
Namun, hati tertuju padamu
Hingga pikiranku tak menentu
.
.
Ku tak perlu berkata
Indramu sudah tau kalimatku
Diammu penuh dengan tanda tanya
Senyummu mencerahkan suasana
"Masa SMA adalah masa yang indah. kita tidak akan menemukan masa yang terindah itu setelah lulus SMA. kenapaa tidak karena disanalah kita mulai mencari jati diri, mulai ingin mencoba sesuatu yang baru, mulai mencari perhatian, mulai mencari cinta, dan mulai mengembangkan potesi diri".
masih ingat bagaimana perjuanganku dulu saat masuk SMA, memang tidak mudah dan banyak yang berkorban. karena saat SMP aku sudah berpikir untuk tidak melanjutkan dan merencanakan untuk bekerja. karena di latarbelakangi ekonomi yang kurang begitu mendukung serta keadaan nenekku yang sakit hal membuatku mengurungkan semua cita-citaku.
namun ternyata Allah berkata lain, saat detik-detik pendaftaran ditutup. ada salah satu guruku yang meneleponku. ia menayakan tentang pendaftaran di SMA dengan tujuan ia akan menitipkn sodaranya yang dari luar daerah kepadaku untuk sekolah sama-sama di SMA.
"Ren, bapak punya sodara yang mau sekolah di SMA. jadi nanti sama reni temeninya ya " ucap guruku.
"waduh, maaf pak. saya tidak melanjutkan sekolah" jawabku dengan perasaan sedih
ternyata percakapan kami berdua di dengar oleh mamang dan ua ku. mereka sangat kasian padaku dan ingin membantuku melanjutkan sekolah. akhirnya hasil diskusi keluarga, aku bisa melanjutkan sekolah dengan bantuan ua ku. siapa sangka uang pendaftaran untuk masuk sekolah tersebut berasal dari menggadaian motor ua ku ke bank. ya Allah, semoga umur beliau berkah.
secepat mungkin aku mempersiapkan semua persyaratan untuk masuk SMA. dengan modal semangat dan keyakinan ku yakinkan langkahku untuk menghadap pihak sekolah.
MOS pun berlangsung, ku jalani semuanya dengan semangat dan suka cita. tak ku sangka ternyata aku menjadi peserta terbaik pertama di acara MOS tersebut. hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. namun ku jadikan ini sebagai motivasiku untuk tidak menyianyiakan masa SMA ku.
kini aku resmi menjadi siswa SMA yang duduk di kelas X-2 bersama ita yunita sodara guruku itu. saat itu banyak teman-temanku yang mengatakan aku ini adalah lelaki, preman x-2, tomboy dll. ya memang benar, karena saat itu aku sangat galak sama laki-laki dan berpakaian di keluarkan dan tidak rapih. namun dalam belajar aku tetap mengikuti dengan benar.
saat itu ada perekrutan menjadi osis. akupun bersama beberapa teman sekelas lainnya ikut untuk menjadi peserta calon pengurus osis. dan alhamdulillah akupun terpilih menjadi pengurus di sekbid bela negara bersama kak dede sebagai pertner kerjaku.
tidak terasa, waktu ku jalani di dalam kepengurusan akan memasuki masa akhir jabatan. banyak sekali yng kurasakan selama menjadi salah satu pengurus disana. senang, sedih, di kucilkan, berjuag, sabar, cape, dll. di saat-saat terkhir itu, aku diamahkan menjadi ketua pelaksana halal bihalal. namun jujur saja, saat itu aku masih sangat awam dan takut untuk menjadi ketua. berhubung aku dekat dengan kakak kelas, maka aku meminta tolong mereka.
sambil mencari inspirasi, aku diajak untuk mengikuti acara PRAMUKA di SMP ku dulu bersama kakak kelasku. saat itu aku bertemu dengan seseorang yang wajahnya tidak asing bagiku. saat itu kami berbincang-bincang dibawah pohon membahas kegiatan yang akan kami laksanakan di SMA. aku sendiri hanya berdiam diri dan mendengarkan obrolan mereka. saat itu aku bersama kak jafar, teh nurul dan kang adi.
"saya saja, yang jauh masih bisa menyempatan diri untuk mampir ke SMP. sekedar melihat kegiatan anak-anak osis. seharusnya kalian yang lebih dekat bisa sering mampir meihat adik-adik kalian disini" mendengar ucapan itu kami terdiam.
"ia kang, hehehe" jawab seseorang diantara kami yang penuh rasa malu.
"kang bantu kami mempersiapkan kegiatan yang akan kami laksanakan di SMA. acara LDKS dan halal bihalal"
"sejauh ini persiapannya sudah sampai mana"
"belum persiapan"
lama kami berbincang-bincang, akhirnya kami harus pamit. sebelum berpamitan kami meminta nomor handphone kang adi untuk berkomunikasi lagi di lain waktu.
"teh, tadi itu siapa?" tanya ku kepada teh nurul..
"dia itu seseorang yang keren"..
mendengar jawaban itu aku semakin penasaran.
bersambung...
aku tidak akan perduli dengan urusan orang lain
karena belum tentu urusanku dipedulikan..
namun akan berbeda cerita
bila yang harus kupedulikan adalah orang yang ku sayang
akupun jadi tidak peduli dengan pandangan dia tentang urusan ku...
aku kan terus peduli padanya walaupun dia menepisnya
melakukan yang terbaik dan terus berusaha membuatnya tersenyum itu adalah tujuanku
aku mencntainya bukan karna hartanya
aku mencintainya bukan karna rupanya
aku mencintainya bukan karena fisiknya
aku mencintainya karena hati yang memilihnya
jikalau hati ini bisa di nego
pastilah aku tak memilihnya
namun, jangan pernah menentang hati
karena rasa itu tidak pernah bohong
karena belum tentu urusanku dipedulikan..
namun akan berbeda cerita
bila yang harus kupedulikan adalah orang yang ku sayang
akupun jadi tidak peduli dengan pandangan dia tentang urusan ku...
aku kan terus peduli padanya walaupun dia menepisnya
melakukan yang terbaik dan terus berusaha membuatnya tersenyum itu adalah tujuanku
aku mencntainya bukan karna hartanya
aku mencintainya bukan karna rupanya
aku mencintainya bukan karena fisiknya
aku mencintainya karena hati yang memilihnya
jikalau hati ini bisa di nego
pastilah aku tak memilihnya
namun, jangan pernah menentang hati
karena rasa itu tidak pernah bohong
pagi apa kabar ?
raga ini masih bisa menyapamu...
jika suatu saat aku tak bisa menyapamu lagi, jangan risau
karena aku sedang beristirahat...
..
..
hai pagi, tahukah engkau apa yang paling membuatku sedih
jawabannya satu kata yang sangat singkat padat dan jelas
yaitu PERPISAHAN...
raga ini masih bisa menyapamu...
jika suatu saat aku tak bisa menyapamu lagi, jangan risau
karena aku sedang beristirahat...
..
..
hai pagi, tahukah engkau apa yang paling membuatku sedih
jawabannya satu kata yang sangat singkat padat dan jelas
yaitu PERPISAHAN...
..
banyak hal terjadi dalam pertemuan dan perpisahan
walaupun dalam perpisahan menyakitkan, tapi aku belajar untuk menjadi wanita kuat..
darinya aku belajar menghargai waktu
..
..
walaupun takut ditinggalkan, aku harus meyakinkan diriku bahwa akan ada pengganti yang lebih baik...
walaupun... kenangan masih tetap hidup...
kenangan inilah yang menggerogoti sendi-sendi semangatku..
..
..
duhai pagi, sampaikan kepada mereka, tetaplah bertahan walaupun itu bukan untukku...
sampaikan bahwa aku menyanyangi mereka
sampaikan pula pada waktu untuk mengajariku tentang ikhlas..
...
jika suatu saat nanti mereka pergi lebih dulu, aku sudah bisa sabar dan ikhlas menerimanya...
walaupun hujan turun namun tidak akan lama...
karena aku berharap pelangi lebih cepat datang dibanding hujan
banyak hal terjadi dalam pertemuan dan perpisahan
walaupun dalam perpisahan menyakitkan, tapi aku belajar untuk menjadi wanita kuat..
darinya aku belajar menghargai waktu
..
..
walaupun takut ditinggalkan, aku harus meyakinkan diriku bahwa akan ada pengganti yang lebih baik...
walaupun... kenangan masih tetap hidup...
kenangan inilah yang menggerogoti sendi-sendi semangatku..
..
..
duhai pagi, sampaikan kepada mereka, tetaplah bertahan walaupun itu bukan untukku...
sampaikan bahwa aku menyanyangi mereka
sampaikan pula pada waktu untuk mengajariku tentang ikhlas..
...
jika suatu saat nanti mereka pergi lebih dulu, aku sudah bisa sabar dan ikhlas menerimanya...
walaupun hujan turun namun tidak akan lama...
karena aku berharap pelangi lebih cepat datang dibanding hujan
Di doamu namaku sering kau sebut...
Kau rangkai doa terbaikmu untukku...
Kau tumpahkah kasih sayangmu padaku...
Tak sedetikpun kau lupakan aku.
...
Duhai, bodohnya aku
Selama ini hanya terbuai cinta yg palsu
Padahal cintamu nyata dan terasa
Cintamu tulus dan lurus..
.
Aduhai,,, mengapa aku ini...
Mataku tak jeli memandangmu
Akalku tak pandai memahami itu..
Kaulah sebenarnya cinta sejatiku...
.
Hingga akhirnya aku pahami
Cinta adalah...
dia yang berkorban tanpa mengharap balas jasa
Dia yang memberi tak mengharap kembali
Dia yang tulus
Dia yang selalu menanti kehadiranmu
Dia yang selalu berdoa di setiap waktu...
Dia dia dia....
Dialah sosok manusia lembut cintanya tak diragukan
Dialah manusia yang selalu mengukir senyum walau aku menjengkelkannya...
Dialah ibu, cinta sejatiku
Kau rangkai doa terbaikmu untukku...
Kau tumpahkah kasih sayangmu padaku...
Tak sedetikpun kau lupakan aku.
...
Duhai, bodohnya aku
Selama ini hanya terbuai cinta yg palsu
Padahal cintamu nyata dan terasa
Cintamu tulus dan lurus..
.
Aduhai,,, mengapa aku ini...
Mataku tak jeli memandangmu
Akalku tak pandai memahami itu..
Kaulah sebenarnya cinta sejatiku...
.
Hingga akhirnya aku pahami
Cinta adalah...
dia yang berkorban tanpa mengharap balas jasa
Dia yang memberi tak mengharap kembali
Dia yang tulus
Dia yang selalu menanti kehadiranmu
Dia yang selalu berdoa di setiap waktu...
Dia dia dia....
Dialah sosok manusia lembut cintanya tak diragukan
Dialah manusia yang selalu mengukir senyum walau aku menjengkelkannya...
Dialah ibu, cinta sejatiku
menyatukan dua hati, dua pemikiran dua karakter...
semoga bukan hanya sekedar mendampingi, tetapi bisa memberi arti...
sahabat jadi cinta...
cinta yang bersahabat...
ada cinta dalam sahabat
sahabat dalam cinta...
duhai, penyempurna agamaku sungguh indah nikmat ini,
cinta yang didamba ku dapat dari sahabat
memberi cahaya dalam gelap
dia menjadi pendamping dalam hidup
aku yang terbiasa sendiri
kini tak lagi,,,,
ada sosok malaikat yang mendampingi
dia yang berhak atas jiwa, raga, dan cinta ini
setiap sentuhanmu adalah ibadah
setiap kata romantismu adalah ibadah
setiap tetesan keringatmu untuk keluarga kecil kita adalah ibadah
dan setiap satu suap adalah bentuk kasih sayang yang juga berupa ibadah
hai kau yang bernama suami
ku persembahkan semua untukmu
bukti cinta dan ketaatanku padamu
hingga nanti kita bisa berseri bersama dlam surganya nanti
sungguh indah pernikahan
karena semuanya berbentuk ibadah
semoga bukan hanya sekedar mendampingi, tetapi bisa memberi arti...
sahabat jadi cinta...
cinta yang bersahabat...
ada cinta dalam sahabat
sahabat dalam cinta...
duhai, penyempurna agamaku sungguh indah nikmat ini,
cinta yang didamba ku dapat dari sahabat
memberi cahaya dalam gelap
dia menjadi pendamping dalam hidup
aku yang terbiasa sendiri
kini tak lagi,,,,
ada sosok malaikat yang mendampingi
dia yang berhak atas jiwa, raga, dan cinta ini
setiap sentuhanmu adalah ibadah
setiap kata romantismu adalah ibadah
setiap tetesan keringatmu untuk keluarga kecil kita adalah ibadah
dan setiap satu suap adalah bentuk kasih sayang yang juga berupa ibadah
hai kau yang bernama suami
ku persembahkan semua untukmu
bukti cinta dan ketaatanku padamu
hingga nanti kita bisa berseri bersama dlam surganya nanti
sungguh indah pernikahan
karena semuanya berbentuk ibadah
Geram jariku ingin menuliskan kalimat-kalimat dalam hatiku...
Namun logikaku menahanku....
Ingin ku tumpahkan segala ucapku
Namun aku menahannya....
Inginku tumpahkan air mataku
Namun ku biarkan ia tetap mendung...
.
.
Sedih adalah hal yang biasa terjadi
Bahagiapun begitu halnya..
Aku yang diam, bukan aku nafsu
Namun, aku yang sedang berusaha berdamai dengan jiwaku...
Namun logikaku menahanku....
Ingin ku tumpahkan segala ucapku
Namun aku menahannya....
Inginku tumpahkan air mataku
Namun ku biarkan ia tetap mendung...
.
.
Sedih adalah hal yang biasa terjadi
Bahagiapun begitu halnya..
Aku yang diam, bukan aku nafsu
Namun, aku yang sedang berusaha berdamai dengan jiwaku...
kita adalah tokoh utama dalam sejarah hidup kita. mungkin kita pernah
mengharapkan seseorang untuk menemani dalam menjalani skenario ini,
sehingga cerita yang dibuat bisa lebih menarik.
namun, tidak semua orang yang kita harapkan bisa menemani. karena mungkin saja skenario dan alur cerita berbeda satu sama lain.
jangan bersedih karena seseorang memilih ceritanya dengan yang lain bukan denganmu. ingatlah bahwa kita diciptakan keduania ini karena sebuah alasan dan tujuan. jangan berputus asa, karena ciritamu masih bisa berjalan walaupun tanpa dia.
kita adalah tokoh utama dalam cerita idup kita. tokoh utama selalu digambarkan orang yang kuat, pantang menyerah dan selalu bersabar dalam setiap keadaan.
siapa lagi yang akan menjadikan cerita kita happy ending kalau bukan kita sendiri.
:). memang hakikatnya Allah yang menentukan, namun kita tidak salah untuk selalu mencoba, berusaha dan bahagia.
namun, tidak semua orang yang kita harapkan bisa menemani. karena mungkin saja skenario dan alur cerita berbeda satu sama lain.
jangan bersedih karena seseorang memilih ceritanya dengan yang lain bukan denganmu. ingatlah bahwa kita diciptakan keduania ini karena sebuah alasan dan tujuan. jangan berputus asa, karena ciritamu masih bisa berjalan walaupun tanpa dia.
kita adalah tokoh utama dalam cerita idup kita. tokoh utama selalu digambarkan orang yang kuat, pantang menyerah dan selalu bersabar dalam setiap keadaan.
siapa lagi yang akan menjadikan cerita kita happy ending kalau bukan kita sendiri.


